Sering ku dengar seseorang berucap
Aku menghormatinya
Aku menghargainya
Aku menyayanginya
Benarkah saat itu semua kita ucap
Pada kawan teman kita berbagi cerita
Pada bos yang mempengaruhi penggajian kita
Pada kekasih yang membuat kita selalu terbayang
Kita jadi hanya ingin mengatakan sesuatu yang indah-indah tentangnya
Perwujudan semua ucapan ini
Menjadi larangan untuk mengatakan sesuatu selain yang manis dan indah
Ungkapan sayang
Perwujudan penghargaan dan rasa hormat
adalah teguran atas apa yang salah
adalah kemauan untuk mendengarkan yang buruk
adalah kemauan untuk tidak membiarkannya terjebak dalam salah
..... Namun begitu...
Kita kadang malu mengatakannya
buruknya lagi kita mengumpat saat mendengarkannya
Takut kawan kita marah
Dan lalu kita dianggapnya lawan
Takut bos memberi predikat pembangkang
Dan lalu kursi nyaman kita hilang
Reward yang kita dapat dipangkas
Takut tidak ada lagi rasa sayang untuk kita
Bila semua perwujudannya masih sebatas mengatakan dan mendengarkan yang indah
Rasanya Kita hanya baru sayang pada diri sendiri
Kita bukan sayang pada apa yang kita sayangi
Showing posts with label Indonesian Poem. Show all posts
Showing posts with label Indonesian Poem. Show all posts
Wednesday, April 22, 2009
Sunday, November 30, 2008
How high can you go?
Kita telah terjebak disini…
Dan akan lebih terjebak
Kita mesti keluar
Ruang dan udara ada banyak disana
Kita bukan hanya mesti menunggu
Ikhtiar hingga batas luar tenagamu
Gapai …!!!
Tidak akan ada banyak orang bersamamu
Bahkan kamu mungkin akan sendiri
Maju terus….!!!
Tak ada kekalahan dalam langkahmu
Tercapai ataupun tidak…
Semua adalah nikmat
Dan itulah hidup untuk orang hidup
(salam perubahan)
Thursday, September 18, 2008
Aku Bagaimana?
Penilaian itu punya tahapan :
Dilihati cara berpakaian
Didengarkan cara bicara
Diamati cara bertindak
Rupa kehilangan pesona
Kata menjadi tanpa makna
Saat ia hanya berupa hiasan dan seruan tanpa realisasi sikap
Saat ini yang nampak
Orang akan bilang
Hanya bagus rupa dan baik bunyi
Saat ini yang dominant
Apa jadinya hidup?
Bila anda Tuan.,
Hanya ada kawan sesaat yang didapat
Yang tunduk menanduk
Yang mengumpat dalam diamnya
Bila anda Hamba.,
Hanya ada kawan sesaat yang didapat
yang teringat hanya saat dekat
Saat Jauh seolah mati
Dilihati cara berpakaian
Didengarkan cara bicara
Diamati cara bertindak
Rupa kehilangan pesona
Kata menjadi tanpa makna
Saat ia hanya berupa hiasan dan seruan tanpa realisasi sikap
Saat ini yang nampak
Orang akan bilang
Hanya bagus rupa dan baik bunyi
Saat ini yang dominant
Apa jadinya hidup?
Bila anda Tuan.,
Hanya ada kawan sesaat yang didapat
Yang tunduk menanduk
Yang mengumpat dalam diamnya
Bila anda Hamba.,
Hanya ada kawan sesaat yang didapat
yang teringat hanya saat dekat
Saat Jauh seolah mati
Monday, September 15, 2008
Keadilan?
Dimana keadilan ?
Diriku bertanya apa itu keadilan
Orang yang kudapati juga sama bertanya
Diriku dan mereka satu
Dalam pencarian jawaban …
Kami tertawa
Senang saat rasa keadilan itu dinikmati
Tapi selalu saja ini kata tanya yang tak berujung
Jawaban yang ada hanya untuk satu masa
Ia bukan jawaban atas keadilan hari ini dan esok
Mungkin bukan ini keadilan yang kita cari
Dorongan pemuasan keinginan yang kita perdebatkan
Bukankah Keinginan itu seperti api
Bersahabat dikala kecil
Memanggang apa saja dikala besar
Mungkin karena itu
Kita tidak dapat sampai pada pemaknaanya yang tak lagi terbantahkan
Diriku bertanya apa itu keadilan
Orang yang kudapati juga sama bertanya
Diriku dan mereka satu
Dalam pencarian jawaban …
Kami tertawa
Senang saat rasa keadilan itu dinikmati
Tapi selalu saja ini kata tanya yang tak berujung
Jawaban yang ada hanya untuk satu masa
Ia bukan jawaban atas keadilan hari ini dan esok
Mungkin bukan ini keadilan yang kita cari
Dorongan pemuasan keinginan yang kita perdebatkan
Bukankah Keinginan itu seperti api
Bersahabat dikala kecil
Memanggang apa saja dikala besar
Mungkin karena itu
Kita tidak dapat sampai pada pemaknaanya yang tak lagi terbantahkan
Subscribe to:
Posts (Atom)